Penulis memulai hari dengan menunggu Wanita-wanita karier yang akan diwawancara untuk artikel "karier,keluarga dan pertemanan"
Kami berjanji bertemu di Kafe Potluck..kafe yang berpusat di Bandung ini sudah berdiri sejak tahun 2002 dan dipilih oleh narasumber sebagai tempat menghabiskan hari saya bersama mereka
Pertama kali penulis memasuki tempat ini ,bau kue dan minumannya sangat menggoda. Anda bisa menemukan pie strawberry ataupun brownies yang lezat dengan harga yang murah untuk ukuran seorang wanita karier. Suasananya yang nyaman,tempat duduk dengan akses ke pemandangan jalan raya dan makanan enak sesuai kocek membuat tempat ini menjadi tempat pertemuan rutin ibu-ibu wanita karier yang akan saya wawancarai.Wawancara hari ini bertemakan tentang kehidupan pribadi mereka dan juga pertemanan yang tetap bertahan selama lebih dari 10 tahun. Suatu kelompok yang sudah jarang ditemukan di Kota Jakarta yang penuh dengan polusi asap dan polusi hati
Yang pertama kali datang adalah Wulan ,lengkapnya Wulan Kusumaningtyas,31 tahun,lulusan Hubungan Internasional Unpar
Wanita dengan 2 anak ini memilih pakaian santai untuk menemaninya hari ini. Namun begitu tetap tampak jelas aura seorang manajer perusahaan internasional
,karier yang sudah 4 tahun dijalaninya.
"halo mbak,maaf sudah lama menunggu ya?"
Dengan senyumnya yang khas dia menyapa saya. Benar kata orang wajahnya sama sekali tidak menunjukkan dia sudah berumur 30 lebih .
Sambil menunggu yang lain datang wawancara dengan Wulan dimulai.
Penulis (P) : apa kabar Mbak,makasih waktunya.Lagi sibuk apa nih?
Wulan (W) : baik mbak,sekarang lagi sibuk ngurusin suatu proyek ,kerjasama sama
perusahaan Inggris.Jadi agak sibuk.
P : Keluarga baik mbak..kabarnya suami anda lagi di luar
W : Baik juga mbak..anak2 saya sedang adaptasi sama kelas barunya di SD ,jadi saya
mau ga mau bolak balik ke kantor dan ke SD mereka buat ngurus
aja.
P : Banyak yang mengatakan anda pintar sekali membagi waktu antara keluarga dan
perusahaan yang harus anda pimpin.Bagi-bagi resepnya dong mbak..
W : Amin kalau banyak yang bilang begitu mbak. Buat saya keluarga adalah modal utama saya untuk hidup mbak. Dari gadis sayang sudah bercita-cita menjadi ibu rumah tangga yang baik dan kalau itu saya bisa wujudkan sekarang saya sangat bersyukur. Resepnya adalah disiplin . Maksudnya, tiap pagi saya disiplin untuk menyiapkan pakaian suami , perlengkapan sekolah anak dan juga perlengkapan saya ke kantor. Jadi semua siap saat diperlukan.
P : Ga pakai baby sitter mbak?
W : Pakai mbak,,tapi selama pekerjaan itu masih bisa saya kerjakan ya saya kerjakan.
“ Hai maaf telat” sapa sebuah suara manis
Pemilik suara itu langsung mengambil tempat duduk di sebelah Wulan. Tita Puspitasari,30 tahun, atau akrab disapa nama depannya saja tampil anggun sekali hari ini . Profesinya sebagai pemilik toko bunga dan butik ternama yang membuatnya super sibuk 24 jam tidak menghalangi Sarjana Komunikasi Unpad ini tampil seperti umur 20 tahun.
P : Pagi mbak Tita..makasih waktunya ya.habis darimana nih?
Tita (T) : aduh mbak,tadi ada pesenan bunga buat kawinan temen ,dadakan .Jadi ngurusin sebentar.maaf ya.Gimana nih Wulan udah diwawancara ya?
W : Lagi Ta,yaaah keburu lo dateng
T : yaah sayang..tau gitu gw dateng duluan..eh iya lanjut
P : Sirik deh lihat kalian berdua. Masih tetep seperti anak muda. Mbak Tita gimana keluarga?
T : Alhamdulillah baik mbak. Anak saya sudah naik kelas. Nih sekelas sama anaknya wulan
W : iya Mbak,,lucu banget deh dulu ibunya yang sekelas.sekarang anaknya
P : Pertanyaan yang sama buat mbak Tita..gimna resepnya bagi waktu antara keluarga dan karier?
T : Ha?ooh ..Jadi begini mbak. Kebetulan suami saya sangat baik. Jadi kalau saya berhalangan dia yang gantiin. Ya sebaliknya juga mbak.kebetulan butik saya
W : Iya,curang ta.kantor gw jauuh banget dari rumah!
Melihat keakraban 2 wanita ini penulis mengira-ngira . Bagaimana kalau semuanya berkumpul? Mungkin seperti pertemuan anak ABG yang ramai dan penuh dengan cerita seputar kehidupannya .Bedanya tidak ada lagi cerita patah hati dan . Karena mereka telah menemukan pasangan hidupnya .
“ Maaaaaf Eka telaaat “ Sesosok wanita bertubuh kurus dengan dandanan yang pasti membuat pria dalam sekali pandang melirik padanya datang dan mencium pipi kiri dan kanan saya. Wanita yang sangat ramah. Anastha Eka Susanti , 30 tahun
P : Pagi mbak Anastha..macet?
Eka (E): aduh jangan panggil Anastha,panggil Eka aja
P : iya Mbak Eka
E : Macet nih.Biasalah
W : Nyusul
P : Mbak Eka ,,tadi saya sudah wawancara yang lain.Sekarang pertanyaan yang sama buat Mbak Eka ya.
E : Silahkan loh
P : Mbak Eka ini
E : waaah mbak jadi malu. Ya kebetulan gelar yang saya raih ( Eka adalah Sarjana Ekonomi ,Manajemen Unpad-red) sayang kalau disia-siakan. Suami saya juga sangat mendukung saya Mbak.Resepnya ya ada pada suami Mbak. Kalau ga ada Restu ya belum tentu saya bisa begini.Tapi ya kalo ga ada saya ya belum tentu Restu juga bisa begitu..hehe
W & T : Narsis lo!! Suami gw jugaa..
P : Lalu kabarnya anda senang sekali pergi ke Jepang ya ?
E : wah itu tempat favorit saya Mbak! Kalo Wulan ke Jerman , Tita ke
“Winny telat Winny telat,,maaafin”
Kali ini seorang model ibukota datang ke tempat duduk kami. Wajahnya adalah definisi dari cantik itu sendiri dan yang membuat Winny Maulida Pohan,30 tahun berbeda dari yang lain adalah kelembutan dan sifatnya yang baik.Terpancar dari sorot mata wanita yang sering berjalan di Runway Paris dan Hongkong tersebut.
Serentak 3 sahabatnya memeluknya. Wajar karena menurut bisik-bisik yang penulis dengar Winny adalah manusia paling sibuk di antara mereka dan jarang sekali bisa berkumpul untuk sekadar minum kopi .
P : Ga apa-apa Mbak Winny..tenang aja mbak..ini juga baru mulai
Winny (Wn) : Haduh Maaf..Winny udah buru-buru tapi tetep macet.Tadi ditengah jalan Rizki nelpon ,katanya anak winny sakit.Jadi balik lagi
P : sakit apa Mbak?
Wn : demam gitu,Tapi pas tadi Winny kesana udah berkurang.
P : Aduh mbak Winny hebat ya,masih bisa bagi waktu
Wn : Harus Mbak.Pekerjaan penting tapi keluarga dan sahabat nomor satu buat Winny
P : Resepnya apa tuh Mbak?
Wn : Dijalanin aja Mbak..Kalo susah ya harus kita syukuri masih diberi kesusahan.Kalo seneng ya jangn lupa berdoa.Tapi ada mereka di samping Winny bertahun2 ini ya Winny seneng trus.
P : Kalian sudah bersahabat berapa tahun?
W : Dari kelas 3 SMA,waktu umur kita18 tahun..jadi sekitar 11 tahunlah
P : waw,,kenapa disebut patrakomalas?
E : Soalnya kita kalau ngumpul di rumah Tita di Patrakomala..meeting point deh.
T : Iya,,rumah gw
P : Kegiatan kalian kalau berkumpul?
Wn : Curhat Mbak! Trus makan..jalan-jalan..ya buat ngelepas stress..karena dimana ada Patrakomala disitu tidak ada stress!
E : Eh stress tetep,,adanya mengurangi stress
W : Iya,,apalagi kalau cerita soal seseorang
T : Cowo maksud lo? Jadi Wulan mau selingkuh nih?
W : Eh engga..eh Cut Cut..My,,dimatiin dulu Mesin Nulis otomatisnya
P : Yah Wulan kenapa?
W : ketauan pragus
P : ya
E : Ya udahlah,,My wawancaranya udah belum? Eka mesti pergi lagi nih
Wn : Winny juga
T : ehehe gw juga My..
P : Udah udah ,,Makasiiih sahabatku tercinta..thanks wawancaranya.Bulan depan kumpul lagi
W : Iya pasti,,daaah
Wn : Ati-ati My
T : makan sayur My!
E : take care ya..call me…
Pagi itu adalah hari yang cerah untuk seorang wartawan yang tulisannya sudah diterbitkan secara berkala di Amerika dan Inggris bernama Meyta Saraswaty Putri atau Mya.
Dia ditugaskan mewawancarai keempat sahabatnya dari SMA untuk sebuah artikel tentang kehidupan wanita karier yang punya keluarga sempurna di
____________________________________________________________________
*hehe,,amin amin amin..mya*